10 Ciri Ciri Maag Kambuh Agar Bisa Mendapatkan Penanganan Yang Cepat Dan Tepat

Ciri Ciri Maag Kambuh

Kenali Ciri Ciri Maag Kambuh Agar Bisa Mendapatkan Penanganan Yang Cepat Dan Tepat

Maag merupakan penyakit yang tidak dapat disepelekan, walaupun maag adalah penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Jika anda menyepelekannya, maag dapat membuat luka pada lambung dan bahkan bisa membuat lambung berlubang. Tentunya hal ini akan menjadi berbahaya hingga dapat menyebabkan kematian. Karena itulah penyakit yang satu ini tidak boleh dianggap sebagai angin lalu dan dibiarkan begitu saja. Bagi anda yang sudah memiliki riwayat penyakit maag, anda harus mengetahui ciri ciri maag kambuh agar bisa memberikan penanganan yang tepat apabila terasa maag muncul.

Ciri Ciri Maag Kambuh

Maag sendiri muncul akibat asam lambung yang diproduksi terlalu banyak sehingga menyebabkan peradangan pada dinding lambung. Ketika peradangan di lambung sudah menjadi kronis, maka lambung bagian luarnya juga dapat mengalami infeksi. Ketika terjadi infeksi pada lambung, anda tidak boleh mengkonsumsi makanan secara sembarangan. Anda juga harus mengunyah makanan dengan baik sehingga makanan menjadi halus. Dengan begitu lambung tidak akan bekerja terlalu keras untuk menghancurkan makanan agar bisa diserap nutrisinya di usus halus. Selain itu anda juga harus menghindari beberapa jenis makanan seperti makanan pedas, makanan yang asam seperti jeruk dan berbagai jenis makanan lainnya. Anda hanya dapat mengkonsumsi makanan-makanan tertentu agar penyakit maag tidak bertambah parah dan membuat lambung menjadi lebih sakit.

Jenis Penyakit Maag

jenisjenispenyakitmaag

Maag ada beberapa jenis, tidak hanya maag saja. Maag dibagi-bagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tingkat keparahannya. Seperti maag ringan, maag sedang, maag kronis dan juga kanker lambung. Sebelum mengenali ciri ciri maag kambuh, lebih baik anda mengenali berbagai jenis maag agar anda bisa mengetahui jenis maag yang anda derita.

  1. Maag ringan

Maag ringan, sesuai namanya memberikan rasa sakit yang sangat kecil dan bahkan hampir tidak berasa. Terkadang penderita tidak menyadari dirinya terkena maag karena tidak merasakan nyeri di perut. Biasanya baru terdeteksi jika terkena maag setelah melakukan pemeriksaan. Akan terlihat adanya peningkatakan produksi asam lambung dan dinding lambung mulai terkikis namun masih dalam tahap yang ringan. Maag yang satu ini dapat sembuh tanpa perlu adanya konsumsi obat-obatan, jadi anda tidak perlu khawatir. Yang penting anda harus rutin makan, tidak boleh terlambat makan agar asam lambung tidak mengiritasi dinding lambung.

  1. Maag sedang

Ketika maag ringan tidak ditangani atau membiarkannya begitu saja tanpa adanya perubahan pada pola makan, lama-lama maag ringan dapat menjadi maag sedang. Tentu saja pada maag sedang, rasa sakit yang awalnya tidak muncul akan muncul akibat dinding lambung yang sudah terkikis cukup lama. Rasa nyeri akan timbul, bahkan tak jarang dapat menyebabkan timbulnya rasa mual dan juga muntah. Walaupun maag sedang masih dapat diatasi tanpa penggunaan obat, namun apabila maag mengganggu aktivitas sehari-hari maka tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi obat maag sehingga rasa sakit dapat berkurang. Namun jangan sampai terlalu banyak mengkonsumsi obat maag karena obat kimia memiliki efek samping. Memang obat terbaik adalah dengan cara mengatur pola makan, beristirahat yang cukup agar terhindar dari maag.

  1. Maag kronis

Ketika maag kronis sudah terjadi, anda tidak akan bisa lepas dari obat maag. Hal ini terjadi akibat asam lambung yang sudah mengikis lambung hingga sangat parah. Maag menjadi lebih sering kambuh dan rasa sakit yang muncul menjadi lebih parah daripada biasanya. Apabila hal tersebut sudah terjadi, jika tidak dilakukan perubahan gaya hidup maka lambung yang terkikis lama-lama bisa berlubang.

Tentunya tidak ada yang menginginkan lambung berlubang, karena hal tersebut dapat menjadi sangat berbahaya hingga dapat mengancam nyawa.  Untuk mengecek apakah lambung berlubang atau tidak, anda bisa melakukan pengecekan atau diagnosis dengan alat khusus. Jika anda sudah mengalami maag kronis, anda hanya dapat mengkonsumsi makanan yang lembut seperti tepung jagung, tepung singkong, tepung talas dan lain sebagainya. Dan juga pantangan makanan yang ada tidak boleh dilanggar, apabila dilanggar hanya akan memperburuk keadaan lambung.

  1. Kanker lambung

Tahap terakhir dari penyakit maag adalah kanker lambung. Ketika sudah terjadi maag kronis dimana lambung terkikis parah dan tak jarang hingga berlubang, maka hal tersebut lama-kelamaan akan menjadi semakin parah dan meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung. Kanker pada lambung muncul akibat sel di lambung yang tumbuh secara tidak normal dan tumbuh dengan tidak terkendali.

Ciri-Ciri Maag

Setiap jenis maag memiliki ciri ciri maag kambuh yang berbeda-beda. Namun yang pasti adalah ciri pada maag ringan lebih baik daripada ciri maag yang lainnya. Karena pada maag ringan, kebanyakan penderita tidak merasakan sakit karena rasa sakit itu sendiri sangat lemah sehingga tubuh tidak dapat menangkap sinyal rasa sakit dari lambung. Namun hal tersebut juga dapat menimbulkan dampak buruk. Akibat ciri maag yang terlambat diketahui, maka penanganan terhadap maag juga terlambat. Maka tidak heran apabila banyak penderita maag ringan yang berubah menjadi maag sedang ataupun maag jenis lainnya yang lebih berat.

Untuk maag kronis dan juga maag akut, ada beberapa ciri yang harus anda waspadai seperti berikut ini.

  1. Perut panas

Rasa panas yang muncul di daerah sekitar perut akibat asam lambung berlebih. Hal tersebut terjadi ketika asam lambung berlebih mengiritasi dinding lambung sehingga muncul luka pada dinding lambung. Luka tersebut akan bergesekan dengan makanan yang telah dikonsumsi. Maka dari itulah tumbul rasa panas pada daerah sekitar perut. Biasanya rasa panas tersebut muncul sekitar 2-3 jam setelah makan.

  1. Nyeri

Setiap jenis maag selalu menimbulkan rasa nyeri pada perut ataupun daerah di sekitar lambung. Gejala ini biasanya muncul ketika anda sedang atau setelah mengkonsumsi makanan. Karena itulah penderita maag memiliki berbagai pantangan makanan seperti tidak boleh mengkonsumsi makanan yang pedas dan asam. Hal tersebut memiliki tujuan untuk mencegah makanan agar tidak meningkatkan rasa nyeri karena asam dan pedas dapat mengiritasi dinding lambung.

  1. Mual

Rasa mual muncul ketika lambung sudah terkikis parah hingga menjadi tukak lambung. Tukak lambung merupakan luka yang terdapat pada dinding lambung akibat produksi asam lambung yang terlalu tinggi.

  1. Kerongkongan terasa panas

Rasa panas yang muncul di kerongkongan akibat asam lambung berlebih pada perut. Walaupun asam lambung tetap berada di lambung, namun rasa nyeri, panas yang ada di perut juga terasa hingga ke kerongkongan. Maka tak heran apabila penderita maag yang sudah parah akan merasakan panas di daerah sekitar kerongkongannya.

  1. Nafsu makan menurun

Nafsu makan yang menurun ataupun hilang menjadi salah satu ciri umum yang banyak terjadi pada penderita maag. Asam lambung berlebih pada perut menyebabkan berbagai rasa nyeri dan tidak enak pada tubuh. Hal tersebut menyebabkan hilangnya nafsu makan karena tidak dapat mengkonsumsi makanan akibat rasa sakit yang dideritanya.

Lalu untuk ciri ciri maag kambuh yang ringan, walaupun anda tidak merasakan sakit tapi anda dapat mengenali apakah anda mengalami maag ringan atau tidak dengan memperhatikan beberapa ciri berikut ini.

  1. Lidah terasa tidak enak

Lidah rasanya menjadi tidak enak, hal tersebut menyebabkan konsumsi makanan juga menjadi tidak enak. Yang menyebabkan lidah terasa tidak enak karena lapisan yang ada pada lidah mengalami penebalan. Ketika seseorang mengalami kondisi kesehatan yang menurun, lindah akan mengalami penebalan, lidah menjadii berwarna putih, adanya bintik merah dan hitam pada lidah.

  1. Perut kembung

Ketika muncul maag, perut akan terasa kembung akibat tekanan dalam perut tinggi. Karenanya penderita maag menjadi tidak nafsu makan. Mengkonsumsi apapun menjadi tidak enak akibat rasa tidak nyaman di perut karena perut yang kembung. Tekanan dalam perut tersebut muncul akibat perut terisi dengan asam lambung berlebih sehingga perut menjadi terasa penuh.

  1. Wajah pucat

Wajah menjadi pucat akibat tubuh kurang mendapatkan nutrisi. Hal tersebut terjadi karena penderita maag menolak untuk makan, karena memang kondisinya yang menyebabkan makan menjadi tidak enak, dan akhinrya tubuh kekurangan nutrisi. Ketika tubuh kekurangan energi, maka aliran oksigen dalam tubuh terhambat. Hal tersebut menyebabkan tubuh, terutama wajah menjadi terlihat lebih pucat.

  1. Sendawa

Sendawa sering terjadi akibat asam lambung yang meningkat. Ketika asam lambung meningkat, hal tersebut juga menimbulkan gas yang membuat yang naik hingga ke kerongkongan. Untuk mengeluarkan gas tersebut, tubuh bereaksi dengan bersendawa. Sendawa yang dikeluarkan biasanya berbau tidak sedap. Hal tersebut karena gas tadi berasal dari asam lambung yang  ada di dalam perut.

  1. Keringat dingin

Keringat dingin mulai muncul ketika tubuh mengenali tanda-tanda ada yang tidak beres di dalam tubuh. Misalnya saja akibat penyakit maag, ketika maag kebanyakan penderita tidak nafsu makan. Nafsu makan yang menurun menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi. Nutrisi yang berkurang akan membuat tubuh kekurangan hal-hal penting yang membuat organ-organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Hal tersebut menyebabkan tubuh akan berkeringat dingin, dan tak jarang akan diikuti dengan rasa mual dan ingin muntah.

Diagnosis Penyakit Maag

Setelah mengetahui berbagai ciri ciri maag kambuh, namun anda masih belum yakin apakah anda memiliki penyakit maag atau tidak, anda dapat pergi ke dokter agar dokter dapat mendiagnosa rasa sakit pada perut yang anda rasakan. Untuk mendiagosa maag, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

  1. Endoskopi

Endoskopi dilakukan dengan cara memasukkan selang tipis yang memiliki kamera diujungnya ke dalam perut atau lambung penderita maag. Dengan begitu dokter dapat melihat kondisi lambung, apakah terdapat luka atau tidak.

  1. Deteksi H. pylori

Untuk mendeteksi bakteri ini, dibutuhkan beberapa sampel, yaitu sampel dari darah, tinja dan juga nafas. Dari nafas, penderita akan diberikan makanan atau minuman yang mengandung karbon radioaktif. Senyawa tersebut akan dicerna oleh H. pylori. Jadi ketika di dalam perut terdapat bakteri tersebut, nafas yang dihembuskan oleh penderita maag akan mengandung karbon radioaktif tadi. Untuk sampel darah, darah akan diperiksa di laboratorium untuk melihat antibodi yang ada di dalam darah. Dari situ dapat terlihat apakah antibodi yang ada sedang melawan bakteri atau tidak. Sedangkan dari tinja akan diukur kadar antigen.